STRATEGI KETAHANAN KELUARGA AKTIVIS DAKWAH: ANALISIS INTEGRATIF MAQASID SYARIAH DAN PSIKOLOGI HUKUM KELUARGA
DOI:
https://doi.org/10.47902/jshi.v3i2.464Abstract
Keluarga aktivis dakwah menghadapi tantangan kompleks dalam menyeimbangkan kewajiban terhadap umat dan hak-hak domestik. Ketidakhadiran fisik dan kelelahan emosional sering menjadi pemicu kerentanan dalam rumah tangga mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ketahanan keluarga aktivis dakwah di Kota Metro dengan meninjau dinamika peran ganda mereka. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasangan aktivis dari KAMMI, NU, Muhammadiyah, dan LDK. Hasil penelitian menemukan bahwa setiap pasangan menerapkan mekanisme pertahanan yang unik sesuai kultur organisasi. Pasangan KAMMI mengatasi dilema waktu melalui musyawarah santai dan transparansi, sementara aktivis LDK menggunakan media tulisan untuk mengatasi hambatan komunikasi saat konflik. Pasangan NU membangun ketenangan melalui rutinitas ibadah bersama, sedangkan aktivis Muhammadiyah menyiasati keterbatasan waktu dengan melibatkan keluarga dalam agenda dakwah. Secara teoritis penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan keluarga aktivis terbentuk dari integrasi nilai Maqasid Syariah sebagai fondasi spiritual dan Psikologi Hukum Keluarga sebagai perangkat manajemen emosi yang adaptif.
Kata Kunci: Dakwah, Ketahanan Keluarga, Maqasid Syariah, Psikologi Hukum Keluarga.